Sariayu Kosmetik

Dapatkan kecantikan dari luar dan dalam bersama Sariayu Kosmetik..Mulai dari perawatan tubuh dan wajah, makeup, dan banyak lagi lainnya..

Sariayu adalah salah satu merk kosmetik lokal terpopuler di Indonesia yang telah berdiri hampir 50 tahun. Jika anda seorang millenials, bisa jadi nenek atau bahkan buyut anda adalah pengguna produk Sariayu.

Ya, Sariayu adalah salah satu merk kosmetik lokal tertua di Indonesia. Menurut data, Sariayu saat ini adalah merk kecantikan dengan pangsa pasar ke-3 terbesar di Indonesia setelah Wardah Kosmetik dan Pixy Kosmetik.

Menurut website resmi Sariayu :

Sariayu Martha Tilaar adalah rangkaian produk perawatan kecantikan yang bersifat holistik (menyeluruh dan lengkap) baik dari luar maupun dalam. Merk ini terinspirasi oleh local wisdom dan kekayaan alam nusantara dan diproses berdasarkan pengetahuan dan teknologi modern serta berbasis green science.

Vice Chairwoman Martha Tilaar Group, Wulan Tilaar mengungkapkan bahwa cita-cita Sariayu adalah semua perempuan Indonesia menggunakan kosmetik buatan lokal seperti wanita Jepang dan Korea yang mencintai produk kecantikan buatan perusahaan lokal.

Filosofi

Sariayu memiliki filosofi kecantikan alami yang sempurna baik kecantikan dari dalam(inner) maupun kecantikan dari luar(outer).

Konsep

Sariayu memiliki konsep kecantikan wanita timur yang selalu berlandaskan pada filosofi “Rupasampat Wahyabiantara”, yang memili makna: kecantikan sejati adalah perpaduan yang harmonis antara kecantikan luar(lahiriyah) yang memancarkan kecantikan tubuh dan wajah serta kecantikan dari dalam(batiniah) yang diperlihatkan dengan keluhuran budi pekerti.

Lebih lanjut, Sariayu juga memiliki konsep menggunakan bahan alami dari bumi Indonesia yang memiliki tujuan mulia yaitu untuk meng-explore pesona kecantikan wanita Indonesia.

Divisi Litbang (Penelitian & Pengembangan)

Martina Berto selaku perusahaan yang menaungi merk Sariayu memiliki divisi RD(Research and development) yang bernama Martha Tilaar Innovation Centre (MTIC).

Divisi inilah yang bertanggungjawab melakukan penelitian dan pengembangan serta kreasi produk berbasis kearifan lokal, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejarah Sariayu

1971

Sejarah Sariayu diawali dengan dibukanya Salon di garasi rumah Ibu Martha Tilaar di Jakarta tepatnya di menteng (Jakarta Pusat). Waktu itu Salon tersebut melayani para Ibu pejabat pada masa itu. Jadi bisa dibilang ini adalah Salon Exclusive.

1976

Karena kecintaaan Ibu Martha Tilaar terhadap resep kecantikan tradisional nusantara dan juga dengan background beliau sebagai ahli kecantikan, akhirnya Ibu Martha Tilaar memiliki ide untuk membuat produk kecantikan sendiri untuk salonnya sendiri pada waktu itu.

Dari sinilah kemudian lahir produk Sariayu pertama yaitu: Mujisat Tolak Jerawat Sekar Sari, Sabun Mangir dan Masker Jerawat. Produk pertama Sariayu ini konon disukai oleh pelanggan salon pada waktu itu.

1981

Pada tahun inilah pabrik Sariayu resmi berdiri. Kalau dihitung sampai saat artikel ini ditulis (2020) berarti sudah 39 tahun usia dari merek Sariayu ini.

1987

Sariayu meluncurkan untuk pertama kalinya Tren Warna Sariayu yang, menurut ibu Wulan dari Sariayu, terinspirasi dari trend warna dunia namun tidak diambil mentah-mentah oleh Sariayu. Melainkan disesuaikan dengan pigmen wanita Indonesia.

1990

Pada tahun ini Puri Ayu Martha Tilaar mulai berdiri yang menjadi awal mula berdirinya Martha Tilaar Shop yang saat ini banyak ditemui di mal-mall di kota-kota besar bahkan hingga ke Singapura.

Tahun 2000-an Sampai Sekarang

Mulai tahun 2000 hingga sekarang Sariayu memperlebar pasarnya dengan menciptakan beberapa brand yang cukup populer seperti BELIA(dengan pangsar para remaja), Mirabella, Caring Colors, Dewi Sri Spa, Caring by Biokos, PAC(professional Artist Cosmetic), bahkan mengakuisisi Rudi Hadisuwarna yang memiliki produk hair serum yang cukup terkenal.

Sariayu juga memiliki produk skincare yang ditujukan untuk para hijaber yaitu Sariayu Hijab. Sariayu Putih Langsat adalah kreasi terbaru dari brand ini untuk menjawab tingginya demand akan produk whitening buatan lokal.

Dua produk terakhir ini (Sariayu Hijab dan Putih Langsat) cukup diminati oleh pasar dan bersaing dengan produk dari merek lokal lainya terutama Wardah.

Trend Warna Sariayu

Berbicara tentang Sariayu maka tidak lengkap rasanya jika tanpa membahas trend warna Sariayu.

Trend warna Sariayu dari masa ke masa selalu menggabungkan antara budaya asli Indoenesia dengan keindahan alam nusantara.

Trend Warna Sariayu yang pertama kali diberi nama Senja di Sriwedari yang waktu itu menggunakan model Astrid Dharmawan. Sekedar info saja, Sriwedari adalah nama sebuah daerah di Solo Jawa Tengah.

Kemudian trend warna Pusako Minang yang diluncurkan pada tahun 1998 yang terinspirasi oleh budaya kain songket minang. Trend warna ini didominasi oleh warna cokelat-emas dan merah-emas khas songket minang.

Kemudian trend warna Krakatau 2016 yang salah satunya cukup populer yaitu Duo Lip Color.

Pada tahun 2010, Trend Warna Senandung Rimba Sumatra mendapatkan penghargaan dari The Asian Packaging Federation Jepang.

Artikel Terkait :